Apa Saja Efek Samping Obat Herbal?

Penggunaan obat herbal yang tepat dapat memberikan manfaat yang maksimal. Selain telah teruji dapat meringankan berbagai penyakit, efek samping obat herbal juga lebih kecil dibanding obat konvensional.

Namun meski herbal adalah obat alami, jangan menganggap bahwa ini aman sepenuhnya. Beberapa obat herbal dapat berakibat buruk bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Terkadang dijumpai obat-obat herbal yang belum terdaftar. Obat-obatan ini dapat mengandung bahan beracun maupun bahan tambahan lainnya yang komposisinya tidak dicantumkan dalam label. Untuk menghindari terjadinya salah obat, pastikan Anda membelinya dari toko herbal online yang sudah memiliki reputasi yang baik.

Efek Samping Obat Herbal
Efek Samping Obat Herbal. Sumber: PixaBay.

Obat herbal juga dapat menyebabkan alergi dan bereaksi dengan obat medis yang dikonsumsi bersamaan. Bahkan ada pula yang malah menjadi beracun bila dikonsumsi dengan dosis yang terlalu tinggi.

Di bawah ini beberapa contoh tanaman herbal yang berpotensi memiliki efek samping yang merugikan:

Saint John’s Wort

Dapat menyebabkan kulit sensitif terhadap sinar matahari. Efek samping lainnya dapat berupa reaksi alergi, gangguan perut, lelah, dan gelisah. Uji klinis menunjukkan Saint John’s Wort juga dapat mengurangi kemanjuran beberapa obat seperti Warfarin (pengencer darah), inhibitor protease HIV, pil KB, serta obat asma tertentu.

Obat herbal Saint John’s Wort ini tidak disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan obat anti-depresi. Badan Obat Amerika (FDA) telah menerbitkan saran kesehatan terkait efek samping yang disebabkan interaksi kedua obat tersebut.

Kava

Dikhawatirkan dapat menimbulkan keracunan atau bahkan kerusakan hati. Masih belum jelas apakah kava itu sendiri yang menjadi penyebabnya ataukah bila dikonsumsi bersama dengan obat atau herbal lainnya. Juga belum dapat dipastikan kava tersebut dikonsumsi dengan dosis yang disarankan ataukah melebihi ketentuan.

Beberapa negara telah melarang peredaran obat herbal ini. FDA menyatakan bahwa kasus kerusakan hati yang disebabkan kava memang jarang terjadi namun tetap berpotensi menjadi penyebabnya.

Valerian

Bisa menyebabkan ngantuk dan pada beberapa orang memiliki efek menimbulkan gairah berlebihan alih-alih sebagai penenang.

Evening Primrose

Obat tradisional dengan nama latin Oenothera biennis ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kejang pada orang yang memiliki sakit kejang. Bagi orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin atau coumadin, justru dapat menyebabkan pendarahan.

Bawang putih, Ginkgo, feverfew, dan jahe dapat berisiko menimbulkan pendarahan.

Beberapa obat herbal yang berasal dari Asia berpotensi mengandung unsur logam yang tinggi. Misalnya seperti timbal, merkuri, dan kadmium.

Cukup banyak obat herbal yang berisiko menimbulkan reaksi yang berbahaya bila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan medis. Terutama pasien kanker yang sedang dalam masa perawatan.

Konsultasikan dengan orang yang benar-benar mengerti tentang tanaman obat herbal agar Anda mendapatkan obat herbal yang benar-benar sesuai dan berkualitas.

Sumber: Medical Center ~ University of Maryland

1 thought on “Apa Saja Efek Samping Obat Herbal?”

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *