Manfaat Obat Herbal Menurut Studi di Amerika

Manfaat obat herbal diketahui sangat beragam. Diantaranya mengobati penyakit seperti alergi, asma, eksim, sindrom pramenstruasi, ejakulasi dini, migrain, gejala menopause, kelelahan kronis, sindrom iritasi usus, dan kanker. Masih banyak lagi khasiatnya yang ditemukan kemudian.

Cara terbaik untuk mengonsumsi obat herbal adalah di bawah bimbingan orang yang mengerti tentang pengobatan herbal.

Manfaat Obat Herbal
Manfaat Obat Herbal. Sumber: PixaBay.

Sebuah studi menunjukkan 90% orang yang sakit rematik mengobatinya dengan terapi alternatif seperti obat-obatan herbal. Obat herbal berpotensi dapat saling berinteraksi dengan obat medis. Karenanya pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker agar sakit yang diderita tidak menjadi semakin parah.

Beberapa tanaman obat keluarga yang sudah umum dan manfaatnya sebagai obat herbal:

Ginkgo

Ginkgo biloba telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati gangguan peredaran darah dan meningkatkan daya ingat. Obat tradisional Ginkgo sangat efektif dalam mengobati Demensia, Alzheimer, dan Klaudikasio Intermiten (sirkulasi kaki yang buruk). Obat herbal ini juga sangat baik untuk mendukung daya ingat orang yang sudah berusia lanjut.

Hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa ginkgo meningkatkan sirkulasi darah dengan melebarkan pembuluh darah dan mengurangi penggumpalan trombosit darah. Ini berarti ginkgo juga dapat meningkatkan efek dari beberapa obat pengencer darah, termasuk aspirin.

Orang yang memakai obat pengencer darah harus berkonsultasi kepada dokter sebelum mengonsumsi ginkgo. Begitu pula dengan orang dengan riwayat penyakit kejang maupun yang memiliki masalah kesuburan.

Ginkgo biloba
Ginkgo biloba. Sumber: PixaBay.

Kava

Manfaat obat herbal yang satu ini berkaitan dengan suasana hati. Obat herbal ini bisa menimbulkan perasaan puas dan santai. Disamping juga dapat mengurangi perasaan cemas, insomnia maupun gangguan saraf yang serupa.

Saw Palmetto

Saw Palmetto (Serenoa repens) digunakan oleh lebih dari 2 juta laki-laki di Amerika untuk mengobati penyakit Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). BPH adalah membesarnya kelenjar prostat namun bukan termasuk kanker.

Beberapa penelitian menyarankan obat herbal ini untuk mengobati gejala BPH seperti: kencing terlalu sering, sulit kencing, tidak dapat menahan kencing, dan sering kencing di malam hari.

Saint John’s Wort

Saint John’s Wort dikenal sebagai obat herbal dengan efek anti-depresi. Herbal ini efektif mengobati depresi tahap ringan hingga sedang. Efek samping obat herbal ini juga lebih kecil dibanding pengobatan secara medis.

Valerian

Keampuhannya dalam mengatasi masalah sulit tidur membuat Valerian ini menjadi alternatif obat medis yang populer karena lebih aman. Efek samping obat tidur biasanya adalah rasa mengantuk di pagi hari. Dalam hal ini efek Valerian rupanya relatif lebih kecil dibanding obat konvensional.

Echinacea Preparations

Obat herbal ini dapat meningkatkan kekebalan alami tubuh. Echinacea merupakan salah satu produk herbal yang paling sering dikonsumsi. Penelitian belum dapat memastikan apakah khasiatnya untuk mencegah masuk angin ataukah mengobatinya.

Penelitian menunjukkan bahwa Echinacea dapat menurunkan kemungkinan terkena masuk angin sebesar 58%. Selain itu juga dapat mengurangi durasi terkena masuk angin sebesar 1,4 hari. Echinacea tidak cocok dikonsumsi oleh orang menderita gangguan autoimun atau alergi tertentu.

Pastikan membeli obat herbal yang resmi dari distributor obat herbal yang terpercaya. Sehingga didapatkan dosis yang tepat dan memperoleh khasiat seperti yang diharapkan. Tanyakan kepada ahli herbal terdekat mengenai obat herbal yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Sumber: Medical Center ~ University of Maryland

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *