Memahami Kerja Hati

Pembuangan Racun Tubuh.
Ibarat sebuah pabrik, tubuh kita tentu akan membuang limbah sisa metabolisme yang bermacam-macam. Bahkan tidak jarang tubuh dimasuki berbagai macam racun. Racun dapat berasal dari ba­han-bahan kimia industri dan lim­bahnya, pestisida, pengawet dan ba­han-bahan kimia tambahan da­lam makanan kita, logam berat, zat anastesi, tumpukan obat, hor­mon di lingkungan, dan asap-asap (polusi kendaraan, asap rokok).
Organ tubuh paling berperan membersihkan tubuh dari racun adalah hati atau liver. Hati tersusun dari sekitar 300 miliar sel yang siap mengontrol proses metabolisme tubuh. Apa pun yang kita makan, minum, hirup lewat udara, serap lewat kulit, semuanya terkumpul dihati. Sel-sel hati ini akan memproses nutrisi dari zat nakanan nebjdi zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Sementara zat-zat sisa hasil metabolisme yang merupakan racun bagi tubuh diolah sedemikian rupa di hati sehingga dapat dibuang dengan aman. Sebagian racun yang sudah dicerna disalurkan ke pembuluh darah, lalu disaring oleh ginjal dan kemudian dibuang melalui air seni. Zat racun yang lain dibawa oleh cairan empedu yang diproduksi oleh hati. Cairan ini bergerak melaui saluran empedu menuju kandung empedu dan usus untuk kemudian dibuang lewat proses buang air besar.

Hati adalah organ yang multifungsi. Selain menetralkan racun, hati bertugas menyimpan kelebihan gula (glukosa) di dalam tubuh. Ketika tubuh butuh energi, hati akan mengeluarkan cadangan glukosa tadi.
Beban kerja hati ini akan semakin berat bilamana tubuh sering diberi makanan yang banyak mengandung lemak dan racun. Hati terpaksa bekerja lebih keras agar zat-zat berbahaya dapat dinetralisir dan dibuang dari tubuh. Jika terus-terusan diberi beban berat, dalam jangka panjang hati bisa kewalahan lalu aus atau rusak. Ini akan mengakibatkan sistem pertahanan tubuh menjadi rapuh dan lemah.  Banyak orang ‘kecolongan’ dengan kesehatan organ hatinya, dikira baik-baik saja ternyata sudah rusak parah. Kerusakan hati sering tidak terdekteksi pada tahap awal karena tidak ada gejala khas yang muncul. Hati baru menunjukkan maslah dan menimbulkan keluhan serius bilamana keruakannya sudah sangat parah dengan fungsi hanya tinggal 10 persen. Pada tahap ini organ hati sulit untuk dipulihkan. Pada kondisi final, organ hati mengalami kerusakan menyeluruh, tidak bisa dipertahankan lagi. Untuk memperpanjang hidup, solusinya hanya dengan melakukan tranplantasi hati yang memakan biaya sangat mahal dengan risiko yang sangat tinggi. Karena itulah kita perlu memperingan beban hati dengan melakukan detoksifikasi. Detoksifikasi merupakan usaha yang dilakukan untuk mengeluarkan racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Usaha ini dapat dilakukan dengan bernagai cara, salah satunya dengan berpuasa. Puasa membuat kita tidaak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam dalam sehari.
Perlu anda ketahui waktu-waktu tubuh mengeluarkan racun setiap harinya. Berikut waktu-waktu tersebut:
1. jam 21.00 – 23.00 malam hari adalah waktu pembuangan zat-zat yang tidak berguna/beracun (detoxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). selama durasi waktu ini, kita harus dalam suasana tenang atau mendengarkan musik. jangan sibuk bekerja di waktu-waktu ini.
2. jam 23.00 – 01.00 dinihari terjadi proses detoxin dibagian hati yang berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
3. jam 01.00 – 03.00 dinihari proses detoxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
4. jam 03.00 – 05.00 dini hari terjadi detoxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk selama durasi waktu ini. karena proses pembersihan (detoxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
5. pagi pukul 05.00 – 07.00 detoxin dibagian usus besar, harus buang air, jangan ditahan-tahan!
6. pukul 07.00 – 09.00 pagi : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, jadi harus makan pagi atau sarapan.
bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 06.30
makan pagi sebelum pukul 07.30 sangat baik untuk kesehatan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *