Bagaimana Cara Memaksimalkan Manfaat Herbal

Berikut ini dituliskan kembali dari buku Metode Pengobatan Nabi karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang bagaimana cara memaksimalkan manfaat herbal.

Diriwayatkan dalam sahih Bukhari Muslim dari Abdullaah bin Ja’far bahwa ia menceritakan:

“Aku pernah melihat Rasuulullaah sallAllaah ‘alayhi wasallam menyantap kurma dengan mentimun”.

(Diriwayatkan pula oleh Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, serta Ahmad).

Sebenarnya judul dalam pembahasan ini tidak terfokus pada cara memaksimalkan manfaat herbal. Namun lebih tentang petunjuk Nabi untuk mencegah bahaya makanan dan buah-buahan, kiat menghindari efek sampingnya, dan memaksimalkan manfaat dari makanan dan buah-buahan atau herbal tersebut.

Kurma dan Mentimun

Dalam hadis itu disebutkan bersamaan, kurma dengan mentimun. Beliau secara langsung mengajarkan kepada kita cara memaksimalkan manfaat herbal dengan baik. Kurma bersifat panas pada tingkat kedua, dapat memperkuat lambung dan bersuhu dingin sehingga terasa nyaman, selain juga menambah karbohidrat. Tetapi kurma cepat berubah baunya. Bisa membuat haus, mengotori darah, menimbulkan sumbatan dan rasa sakit pada kantung kemih, disamping juga membahayakan gigi.

Memaksimalkan Manfaat Herbal
Manfaat Herbal Sebagai Obat Tradisional

Sementara itu mentimun bersifat dingin juga pada tingkatan kedua. Bisa meredam rasa haus, menambah stamina, juga bisa menambah aroma karena terdapat unsur wangi di dalamnya. Mentimun bisa meredam panas pada lambung yang meradang. Bila dijemur dan ditumbuk halus, lalu diperas airnya dan diminum, bisa menghilangkan dahaga, memperlancar buang air kecil, juga bisa menghilangkan rasa sakit pada kantung kemih.

Jika ditumbuk dan disaring lalu digosok-gosokkan ke gigi, bisa membersihkan plak gigi. Bila ditumbuk daunnya lalu dijadikan sebagai pembalut tubuh yang sakit setelah dicampur dengan tangkai anggur, bisa juga mengatasi gigitan anjing gila (rabies).

Berlawanan adalah Berpasangan

Jadi cara memaksimalkan manfaat herbal adalah dengan mengetahui fungsi herbal tersebut. Mengetahui sifat dan karakter herbal.

Seperti kurma dan mentimun. Buah yang satu yaitu kurma bersifat panas sementara yang lain mentimun bersifat dingin. Masing-masing bisa memperbaiki kekurangan pada buah yang lainnya, bisa menghilangkan bahayanya dan dapat mengatasi temperatur atau sifat yang berlawanan dengannya, disamping masing-masing juga bisa mencegah pengaruh buruk pada buah yang lain.

Ini adalah formula medis yang komprehensif. Dasar dari metode menjaga kesehatan tubuh. Bahkan ilmu kedokteran banyak yang berinduk pada formula ini sebagai cara memaksimalkan manfaat herbal atau obat-obatan yang diramu.

Seperti yang pernah dikatakan Aisyah RadhiAllaahu ‘anha,

“Mereka berusaha membuat saya gemuk dengan berbagai macam makanan, tetapi tidak berhasil. Ketika mereka berusaha membuat saya gemuk dengan mentimum dan kurma, saya pun menjadi gemuk”.

Penggunaan metode ini pada segala jenis makanan dan obat-obatan bisa memberikan improvisasi dan netralisasi. Mencegah berbagai dampak negatif dari semua bahan tersebut dengan memberikan sesuatu yang berlawanan. Rasa panas yang ada pada kurma dapat menyeimbangkan rasa dingin pada mentimun, karena mentimun agak sulit dicerna lambung, dingin, dan kadang berbahaya. Tetapi dengan perpaduan keduanya akan membantu kesehatan tubuh, meningkatkan stamina dan pertumbuhan badan. Ini benar-benar merupakan cara memaksimalkan manfaat herbal atau obat-obatan atau makanan itu sendiri.

Kesimpulannya, mencegah bahaya sesuatu yang bersuhu dingin adalah dengan sesuatu yang panas. Begitu juga sebaliknya. Panas kurma yang basah bisa dinetralkan dengan kurma kering. Sementara sebaliknya, kurma kering bisa dinetralkan dengan kurma basah. Masing-masing bisa menetralisir suhu yang lain. Itu adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan cara terbaik untuk memaksimalkan manfaat herbal.

Sama seperti Rasuulullaah sallAllaah ‘alayhi wa sallam saat memerintahkan mengonsumi Sana dan Sanuut. Sanuut adalah sejenis madu yang mengandung minyak yang dapat menetralisir Sana.

Contoh lain adalah habbatussaudah yang tergolong herbal panas. Alangkah baiknya bila tidak dikonsumsi sendiri. Terutama bagi mereka yang mempunyai badan yang panas. Dia akan merasa semakin panas. Habbatussaudah sebaiknya dikombinasikan dengan spirulina yang bersifat dingin. Ini agar manfaat herbal tersebut dapat lebih maksimal.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *