Teh Kulit Manggis

Rp 20.000,00

Keterangan

Teh Kulit Manggis Sebagai Obat Anti Kanker

Semakin hari dengan semakin bertambahnya masalah polusi, pewarna dan pengawet, juga dengan semakin buruknya gaya hidup manusia, tingkat kesehatan masyarakat semakin memburuk. Akibatnya penyakit seperti kolesterol, darah tinggi, kanker, dan diabetes pun menghantui publik. Di mana-mana mudah sekali mendengar orang terserang penyakit tersebut.

Namun alhamdulillah, penyakit-penyakit tersebut bukanlah penyakit yang tidak dapat dicegah. Karena banyak juga suplemen yang sekarang tersedia di pasaran, yang dapat membantu untuk meningkatkan kesehatan pengkonsumsinya sekaligus mengatasi masalah-masalah tersebut, salah satunya adalah minuman Teh Kulit Manggis.

Teh Kulit Manggis diolah secara higienis dan disajikan secara praktis dalam kantong celup sehingga memberikan cita rasa khas dan manfaat kulit buah manggis. Temukan cita rasa teh pilihan dan manfaat kulit buah manggis dalam setiap aktivitas minum teh Anda dengan Teh Kulit Manggis.

Manfaat dan Khasiat Teh Kulit Manggis

Buah manggis adalah nama lokal dari tanaman yang memiliki nama latin Gracinia Mangostana L. Buah yang banyak terdapat di Indonesia ini ternyata diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan yang sangat baik, terutama pada bagian kulitnya.

Beberapa manfaat Teh Kulit Manggis diantaranya:
– mampu untuk meningkatkan kekebalan tubuh,
– membantu menurunkan tekanan darah tinggi (bersifat anti-hypertensive),
– melawan radikal bebas,
– membantu menurunkan kadar kolesterol,
– membantu dalam pengobatan kanker.

Komposisi Teh Kulit Manggis

– Kulit Manggis (Gracinia Mangostana)
– Daun Teh (Camelia Sinensis)

Aturan Minum Teh Kulit Manggis

– Untuk hasil terbaik, gunakan 2 x sehari pada pagi dan sore hari.
– Untuk setiap pemakaian, celupkan satu kantong teh ke dalam air panas (mendidih), goyangkan beberapa detik, tunggu sampai suhu air agak hangat, lalu diminum.

Manggis adalah Ratu Buah Tropis

Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Itulah sebabnya banyak pihak yang meyakini buah yang satu ini asli Indonesia.

Secara fisik, pohon manggis mampu tumbuh mencapai 7 hingga 25 meter. Bentuknya khas dengan kulit berwarna merah keunguan ketika matang, meski ada juga varian yang kulitnya berwarna merah.

Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis, dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera.

Buah ini merupakan spesies terbaik dari genus Garcinia. Manggis termasuk buah eksotik yang sangat digemari konsumen, baik didalam maupun luar negeri, karena rasanya lezat, bentuk buah yang indah, dan tekstur daging buah yang putih halus.

Tidak heran, manggis mendapat julukan Queen of Tropical Fruits (ratunya buah-buah tropis).

Purple Mangosteen Asli Jambi, Bukan Malaysia

Kalangan ilmuwan hortikultura dari Indonesia mengungkapkan sebuah fakta baru:

Buah manggis yang selama ini lebih dikenal sebagai buah asal Malaysia sebenarnya merupakan buah asli Indonesia.

Tentu saja ini bukan asal klaim, seperti yang selama ini sering dilakukan oleh negeri jiran itu.

Ketua Masyarakat Ilmuwan Hortikultura Internasional (ISHS), Prof. Dr. Roedhy Poerwanto, MSc, mengungkapkan bahwa hingga saat ini literatur atau bahan bacaan ilmiah yang beredar di seluruh dunia menyebutkan manggis adalah buah Malaysia. Hal itu karena adanya “tetua” manggis yang nama spesiesnya Malaccensis, sehingga diperkirakan dari Malaka atau Malaysia. Padahal, menurut Ketua Perhimpunan Hortikultura Indonesia itu, spesies Malaccensis dan Hombroinina yang menurunkan manggis Indonesia sejak dulu sudah banyak terdapat di Jambi.

Dengan bukti tersebut, tambahnya, buku-buku teks yang menyebutkan manggis buah asal Malaysia perlu diperbaiki dan ke depan harus menyebutkan manggis adalah buah asal Indonesia.

Roedhy menambahkan, para ilmuwan Indonesia telah mengajukan bukti bahwa manggis merupakan buah asli Indonesia dalam simposium internasional tentang buah-buahan tropis dan subtropis ke-4 di Bogor, Jawa Barat, yang diikuti kalangan ilmuwan hortikultura dari seluruh dunia, pada tahun 2008.

Para peserta yang umumnya ilmuwan hortikultura itu menyambut positif bukti-bukti dan penjelasan yang diajukan Indonesia dan ini jelas semakin menguatkan bahwa manggis memang buah asli Indonesia.

Simposium yang diikuti kalangan ilmuwan hortikultura dari berbagai negara tersebut diadakan setiap empat tahun sekali. Tahun 1996 diadakan di Thailand, kemudian pada tahun 2000 di Australia, dan 2004 di Brasil.

Khasiat Kulit Manggis Secara Umum

Kulit manggis bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan bahan baku obat-obatan. Kulit ini mengandung senyawa xanton yang meliputi mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon B, trapezifolixanthone, tovophyllin B, alfamangostin, beta mangostin, garcinon B, mangostanol, flavonoid epicatechin, dan gartanin.

Senyawa xanton hanya dihasilkan oleh genus Garcinia. Di luar negeri kulit manggis sudah dimanfaatkan sebagai suplemen diet, antioksidan, dan antikanker.

Kulit Manggis Sebagai Obat Jantung dan Kanker
Kulit Manggis Sebagai Obat Jantung dan Kanker

Menurut Dr. Berna Elya, peneliti di Departemen Farmasi Universitas Indonesia, khasiat xanton bukan hanya antioksidan, tapi juga antikanker. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, ekstrak ini juga bersifat apoptosis, penghancur sel kanker.

Xanton mampu merawat beberapa jenis kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru. Xanton dalam kulit manggis juga ampuh mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC), asma, leukemia, serta sebagai antiinflamasi dan antidiare. Diungkapkan Dr. Berna, selain antikanker dan antioksidan, juga mujarab untuk mengatasi jantung koroner dan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama bagi pengidap HIV/AIDS.

Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker payudara, lever, dan leukemia. Juga biasa digunakan sebagai antihistamin, antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan penurun tekanan darah tinggi.

Kulit dari ratu segala buah tropis (Queen of The Tropic Fruits) ini dapat menghasilkan senyawa xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa xanthone dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Apalagi zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan, dan itu semua sudah tak terelakkan lagi. Selain itu Xanthone bukan hanya sebagai antioksidan, tetapi juga antikanker.

Belakangan ini para ilmuwan juga sedang melakukan uji potensi kulit manggis sebagai obat HIV.